Kamis, 17 Maret 2011

cerpen

Kita Selamanya
         


Perkenalan Tokoh :
Ify           :      hai aku Ify, aku adalah anak tunggal yang sangat berharap bisa mempunyai saudara, aku juga   sangat menghargai yang namanya sahabat.
Rio         :       hai aku Rio, sahabatnya Ify, aku bersahabat dekt dengan Ify, tapi harus terpisah gitu, dan aku juga belum tau kapan akan balik ke dia
Sivia       :      aku sivia. Sahabat Ify yang selalu ada untuk Ify.
Deva      :      aku Deva. Aku teman Ify yang paling manis tapi sangat iseng dan rese.
Prolog


Hari ini Ify ulang tahun yang ke-8. Tema ulang tahunnya adalah princes. Dia memakai gaun berwarna biru yang sangat indah. Itu adalah pemberian ayahnya yang baru pulang dari Yogyakarta. 
“ Mah  gimana hari ini Ify cantik kan “, Tanya Ify pada mamahnya
“ Iya Ify kamu hari ini cantik sekali “, kata mamah Ify sambil mengelus rambut Ify.
“ princes papah udah cantik nih “, kata papah Ify sambil mencim pipi Ify
Saat pesta sedang berlangsung Ify sedang asik main dengan temannya. Tiba-tiba Ify menabrak seseorang hingga Ify terjatuh.
“ Maaf ya, aku tidak sengaja “, kata anak yang di tabrak Ify sambil membantu Ify berdiri.
“ Bukan kamu yang salah, tadi aku yang nabrak kamu. Oh iya kamu siapa, aku Ify.” Kata ify sambil mengulurkan tangannya.
“ Aku Mario, tapi panggil aja aku Rio, aku yang akan tinggal di samping rumah kamu, sebelumnya aku mau ngucapin selamat ulang tahun ya .” kata Rio dan manjabat tangan Ify.
“ Oh berarti kita jadi tetangga dong. Aku kesana dulu ya sepertinya acaranya sudah akan di mulai, kamu mau ikut.” Tanya Ify mengajak Rio.
“ Oh boleh deh tapi nanti aku dapat kuenya ya, hehehe.” Kata Rio bercanda.
“ Oke deh. Ayo.” Ajak Ify menarik tangan Rio.
                Sejak  perkenalan saat itu, Ify dan Rio menjadi dekat. Rio adalah anak yang baru pindah dari Bandung, Rio juga masuk ke sekolah yang sama seoerti Ify tapi dia lebih tua dari Ify 1 tahun yang membuat Ify harus memanggilnya Ka Rio.
Di sekolah
“ ify hari ini pelajaran kamu IPA ya.” Tanya Rio sambil senyum-senyum
“ iya emang aku tuh bego kalau pelajaran IPA, puas ya udah ngeledekin aku, lihat aja nanti kalau ada PR buat puisi bikin sendiri.” Kata Ify ngambek.
“ Ye jangan ngambek gitu dong, nanti cantiknya hilang.”
“ Biarin yaudah aku mau ke kelas dulu, dah Ka Rio.”
Mereka berdua pun berpisah. Ify masuk ke kelas dan di sambut teman sebangkunya Deva yang sangat usil.
“ Cie yang di anter sampai depan kelas.” Deva menggoda.
“ Ih apaan sih lu, sirik aja.” Kata Ify sambil mengeluarkan buku pelajarannya.
                Bu Maria guru IPA pun datang. Muka Ify pun di tekuk. Selama pelajaran Ify hanya menguap karena ngantuk.
Pulang sekolah Rio telah menunggu Ify untuk pulang barang.
“ Ify kamu kok lama banget sih, aku udah jamuran nih nungguin kamu. “
“ Biasa aja kali, baru nunggu 5 menit aja belagu. Inget ga waktu itu Kakak main futsal ga bilang. Aku nugguin Kakak 2 jam di parkiran.” Ify kesal.
“ Iya deh maaf, udh ga usah di bahas. Kita pulang sekarang.” Kata Rio.
                Mereka pulang naik sepedah Rio. Ify yang di bonceng Rio di belakang sih biasa aja, soalnya sudah 2 Tahun Ify selalu di antar jemput oleh Rio.
“ Fy, apa kamu ga mau belajar bersepeda, aku kan ga bisa antar jemput kamu terus, kamu seharusnya bisa mandiri.”
“ Aku bisa naik sepeda Kak, tapi itu dulu. dulu aku berangkat sekola naik sepeda. Tapi aku jatuh dan menyebabkan kepala aku bocor dan harus di jahit.” Ucap Ify.
“ Kamu harus berani lagi Ify, aku yakin kamu bisa.” Rio Tersenyum dan menghentikan sepedanya.
                Rio turun dari sepeda di ikuti oleh Ify
“ Sekarang kamu duduk di jok depan.” Kata Rio sambil menarik tangan Ify.
“ Tapi aku takut kak.” Kata Ify pucat karena di suruh untuk bersepeda lagi.
“ Ga apa-apa Ify, aku pegangin. “ Kata Rio dan akhirnya Ify mau menaiki sepeda itu.
“ Ka Rio aku takut.” Kata Ify setengah berteriak.
“ Ga apa-apa Ify, sekarang gayuh sepedanya .” kata Rio.
                Ify pun mengayuh sepeda itu dan ternyata Ify bisa.
“ Kak, aku bisa. “ Kata Ify girang.
“ Iya kamu bisa Ify .” Kata Rio senang.
                Setelah itu mereka pulang.
                Malai harinya di Kamar Rio.
“ Bagaimana cara aku memberitahu Ify, aku ga mau buat dia sedih, tapi aku juga ga bisa apa-apa.” Piker Rio dalam hati.
“ Rio sayang makan malam dulu.” Panggil mamahnya Rio.
                Rio pun turun dengan muka sedih.
“ Rio kamu kenapa.” Tanya mamah Rio
“ Apa benar kita akan pindah ke Kalimantan.” Tanya Rio sedih.”
“ Iya sayang, kita akan pindah lusa. Papah di Tugaskan untuk pindah ke sana.”
“ Tapi kenapa mendadak begitu pah, aku aja belum UAN pah.”
“ Ya, tapi mau bagaimana lagi, kita harus pindah lusa. Maaf papah ga bisa berbuat apa-apa.”
                Rio yang kecewa dengan jawaban papahnya langsung pergi ke luar rumahnya
“ Ada Ify tante.” Tanya Rio polos.
“ Ada di kamarnya lagi belajar, sudah kamu ke kamarnya saja, sekalian ajarin dia IPA ya nak Rio.” Kata mamahnya Ify.
“ Ok tenang aja tante, Ify pasti langsung bisa deh kalau udah aku ajarin.” Kata Rio percaya diri.
                 Di kamar Ify, Rio masuk diam-diam. Lalu dia menutup mata Ify.
“ Kak Rio , udah ketebak, lepasin ah.” Kata ify.
“ Hehehe, tau aja kamu.” Kata Rio sambil mengacak-acak rambut Ify.
“ Ih apa sih , berantakan tau.” Kata Ify ngambek.
“ Hehehe, yang lagi belajar IPA, serius banget.” Kata Rio menggoda.
“ Iya nih, tadi ulangan susah banget, hehe, boleh minta bantuin ga?.” Tanya Ify senyum.
“ Iya deh aku bantuin, tapi ada imbalannya. Setelah belajar kita jalan-jaln di Taman .” Kata Rio sambil melihat buku IPA Ify.
“ Oke lah kalau begitu.” Ify tersenyum ke Rio.
                Setelah mereka selesai belajar, Ify dan Rio izin keluar, lalu mereka berjalan menuju taman. Sempai di Taman mereka duduk di bangku taman.
“ Fy, aku ingin ngomong sesuatu sama kamu.” Kata Rio serius.
“ Ada apa Ka Rio.” Ify tersenyum ke Rio.
‘ Apa harus sekarang aku ucapkan, aku belum siap.’ Gumam Rio dalam hatinya.
“ Ka Rio kok melamun, tadi katanya mau ngomong.”
“ Eh iya, maaf ya jadi melamun gini.” Kata Rio sedikit kaget.
“ Terus tadi Ka Rio mau ngomong apa” Tanya Ify penasaran.
“ gak jadi deh Ify, kita pulang aja, di sini dingin, nanti kamu sakit.” Kata Rio lalu menarik tangan Ify.
“ Nah, sudah sampai nih, kamu masuk sekarang, jangan tidur malam-malam ya.” Kata Rio tersenyum.
“ Iya Ka Rio juga jangan tidur kemalaman ya, besok jadi jogging kan?” Tanya Ify.
“ Ya jadi lah, sudah sana kamu masuk. Bye Ify.” Rio dan Ify masuk ke rumahnya masing-masing.
                Keesokan harinya di ruma Ihfy. Rio yang dari tadi menunggu di ruang tamu Ify tidak sabar menunggu Ify mandi. Tiba-tiba pintu kamar Ify terbuka.
“ lama banget sih mandinya, habis konser dulu ya.” Kata Rio ngambek.
“ Hehehe, jangan ngambek gitu dong, nanti gantengnya hilang.” Ify menggoda.
“ Tau ah, jadi berangkat gak nih.” Tanya Rio kesel.
“ Ya jadi lah, masa udah rapi begini malah ga jadi.” Kata Ify yang lagsung berlari keluar rumah.
                Setelah lelah berlari, mereka beristirahat di Taman dekat rumah mereka.
“ Ka aku senamg bisa selalu bersama kakak, karena kamu aku bisa menemukan sosok seorang kakak yang sangat aku inginkan kehadirannya.” Kata Ify tersenyum ke Rio.
“ Tapi seandainya aku tidak bisa selalu menemani dan menjaga kamu gimana?” Rio bertanya serius.
“ Ih, Ka Rio apaan sih, Ka Rio tuh ga boleh tinggalin Ify sendiri, nanti Ify nangis karena aku kehilangan sosok kakak yang aku sayangi.” Kata Ify membuat Rio makin merasa bersalah.
“ Tapi jika nanti aku ga bisa temenin dan jagain kamu lagi, kamu harus janji untuk tetap tersenyum dan selalu jadi Ify yang kuat, tegar, dan mandiri.” Kata Rio memandang Ify.
“ Ih Ka Rio apa sih.” Tanya Ify melihat raut wajah Rio yang sedih.
“ Sudah kamu janji aja, dan kamu juga harus janji kalau kamu tidak akna pernah melupakan aku dan melupakan semua kenangan kita.” Rio menatap Ify dalam.
“ Iya Ka Rio, Ify janji.” Kata Ify yang sangat bingung dengan perkataan Rio.
“ Makasih ya Fy, aku sayang kamu.” Rio tersenyum.
“ Ify juga sayang banget sama Ka Rio.” Ify pun membalas senyum Rio.
                Entah mengapa Ify mulai merasa keanehan dalam tubuh Rio. Dia merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Rio.
                Keesokan hari Ify menunggu di jemput oleh Rio, tapi anehnya sampai sekarang Rio belum terlihat sama sekali. Tiba-tiba mamahnya Ify memberikan surat ke Ify, dan mamahnya menyuruh Ify berangkat sendiri dan membaca surat itu nanti pulang sekolah.
                Di sekolah dia tidak menemukan sosok Rio di dalam sekolah, hingga pulang sekolah dia buru-nuru membuka surat tersebut, dan benar saja surat itu dari Rio, Ify menatap miris surat tersebut dengan tatapan kosong.


“ Hai Ify,
mungkin pas kamu baca surat ini aku sudah tidak ada di sini, maaf ya aku tidak bisa pamitan secara langsung ke kamu, karena aku takut kamu sedih, aku harus pindah ke Kalimantan ikut bersama orang tua aku.
Ify selama 2 tahun kita bersaahabat, aku benar-benar menemukan sosok adik untuk aku. Dan aku juga tau kalau perasaan kamu sama seperti aku, kita berangkat sekolah bersama, pulang juga bersama, tertawa bersama, pokoknya hamper semua kita melakukannya bersama-sama.
Ingat kemarin kamu sudah janji untuk tetap ceria dan semangat tanpa aku, sekarang aku juga punya janji ke kamu, bahwa aku akan kembali lagi ke sini untuk kamu. Aku janji Ify. Jika aku kembali kita akan lanjutkan mimpi kita kan.Oh ya aku punya lagu untuk kamu. Lagunya Bondan yang “kita selamanya”
“Bergegaslah kawan, sambut masa depan
Kita berpegang tangan, saling berpelukan
Berikan senyuman, untuk sebuah perpisahan
Kenanglah sahabat, kita untuk selamanya”
Dan lagu ini juga menggambarkan harapan persahabatan kita akan terus berjalan untuk selamanya.
Sahabatmu,
Mario”
“ tidak terasa 3 tahun berlalu, dan sekarang aku sudah menjadi Ify yang dewasa, kapan kamu balik yo, kapan kamu akan menepati janji kamu, tapi aku akan tetap menjaga persahabatan kita , karena persahabatan kita selamanya.” Kata Ify yang selalu berharap kehadiran sahabatnya itu.
“ Sabar ya Ify, kita akan selau temenin kamu kok, sampai kamu ketemu sahabat kamu yang paling kamu harapan.” Kata Via sahabat Ify
“ Iya, makasih ya Vi, kamu sudah mau temenin aku untuk menunggu dia kembali.” Senyum Ify sambil memeluk erat surat trakhir dari Rio untuknya.
                Sekarang Ify hanya menunggu sahabatnya itu kembali kepadanya, kembali menjalankan persahabatan yang tertunda Karena kepergiannya, dan Ify selalu berharap mereka bisa bersatu lagi dan menjadi sahabat salamanya.
TAMAT